Sabtu, 20 Oktober 2012

not with me :(


I'm walking up from my summers dreams again
try to thinking if you're alright
then I'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side

reff:
I can see you if you're not with me
I can say to my self if you're OKAY
I can feel you if you're not with me
I can reach you my self, you show me the way

life was never be so easy as it seems
'till you come and bring your love inside
no matter space and distance make it look so far
still I know you're still here by my side

back to reff

Bondan:
yea..you've made me so alive ,you give the best for me..love and fantasy
yeah..and i never feel so lonely, coz you're always here with me..yeah..always here with me

back to reff

I'm walking up from my summers dreams again
try to thinking if you're alright
then I'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side

Kapan Indonesia seperti Brunei???


Kapan Indonesia seperti Brunei???
Pada kesempatan kali ini yang kami bahas adalah masalah kesuksesan negeri Brunei Darussalam. Siapa yang tidak mengetahui negeri Brunei ? Negeri yang belum lama merdeka ini sudah bisa dibilang lebih maju dari Indonesia.
Brunei adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Negara ini memiliki wilayah seluas 5.765 km² yang menempati pulau Kalimantan dengan garis pantai seluruhnya menyentuh Laut Cina Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam dua bagian oleh negara bagian di Malaysia yaitu Sarawak.
Brunei memiliki Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, sehingga diklasifikasikan sebagai negara maju. Brunei juga terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

Politik

Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki absolut dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap seagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke-15.

Geografi

Brunei terdiri dari dua bagian yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di bagian barat yang lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong, yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 383.000 orang. Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.

Ekonomi

Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas dengan pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar yang memiliki nilai sama dengan Dolar Singapura. Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan diversifikasi sumber-sumber ekonomi melalui upaya peningkatan di bidang perdagangan dan Industri.
Pengeluran minyak mentah dan gas alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin Brunei merasa bimbang bahwa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah akan mempengaruhi perpaduan sosial dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC pada tahun 2000. Rancangan-rancangan yang dinyatakan untuk masa hadapan termasuk peningkatan keterampilan tenaga buruh, pengurangan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pariwisata, serta secara umum, peluasan lagi azas ekonominya. Sistem Penerbangan Brunei Diraja, sistem penerbangan negara, sedang mencoba menjadikan Brunei sebagai pusat perjalanan internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Ia juga mempunyai layanan ke tujuan-tujuan Asia yang utama.

Budaya

Budaya Brunei seakan sama dengan budaya Melayu, dengan pengaruh kuat dari Hindu dan Islam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia. Penjualan dan penggunaan alkohol diharamkan. Setelah pemberlakuan larangan pada awal 1990-an, semua pub dan kelab malam dipaksa tutup.
Setelah dipaparkan diatas, mungkin timbul pertanyaan dari kita, mengapa Indonesia tidak bisa seperti Negeri brunei ?? jawabannya adalah karena Indonesia terlalu sering terjadi permusuhan antar ras, serta manusia Indonesia tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Padahal Indonesia terkenal dengan kekayaan alam yang melimpah. Sampai-sampai di zaman presiden Sueharto Negara kita disebut Surga nya dunia. Karena disamping panorama yang khas, serta alam yang indah, masih banyak hutan yang hijau.
Mestinya Indonesia berkaca dari Negara yang sekarang mulai berkembang menjadi Negara maju seperti Brunei. Sebenarnya Indonesia pasti bisa, hanya saja manusia nya yang belum bisa memanfaatkan kekayaan alam sendiri. Kita masih dikendalikan oleh orang asing. Disisi lain kita sebagai manusia yang beradab juga harus mempertahankan peradaban yang ada di Indonesia.
Solusi dari permasalahan ini adalah yang pertama kembali pada kesadaran diri sendiri, yang kedua, kita harus menumbuhkan patriotisme yang tinggi, yang ketiga, kita harus bisa menjadi masyarakat yang disiplin dalam segala hal. Karena Negara yang maju itu tidak lepas dari kedisiplinan masyarakat nya yang tinggi. Yang keempat, Pemimpin di Indonesia harus mempunyai sifat dan sikap serta pemikiran untuk memajukan Negara kita yang tercinta ini. Yang ke lima, peradaban yang ada di Indonesia harus dipertahankan agar semakin lama Negara kita semakin dihargai akan kekayaan alam berupa peradaban nya.
Masih banyak lagi solusi nya, namun menurut kami ini lah beberapa solusi yang harus diterapkan oleh Indonesia. Semoga kedepannya kelak Negara Indonesia bisa menjadi Negara yang maju dan dikenal di dunia akan kekayaan alamnya.

Contoh out line Biologi


Bab I. Pendahuluan
I.I.       Latar Belakang Masalah
Salah satu komponen yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan adalah proses belajar mengajar, karena proses belajar mengajar merupakan kegiatan yang berkaitan secara langsung dengan proses dan produk di lapangan. Keberhasilan proses pembelajaran selain ditentukan oIeh cara mengajar guru dan cara belajar siswa juga ditentukan faktor lain seperti kurikulum, sarana dan prasarana, media serta situasi dan kondisi Iingkungan belajar.

Pendidikan biologi merupakan salah satu Ilmu Pengetahuan Alam (lPA), tujuan pendidikan i1mu pengetahuan alam pada hakikatnya adalah perolehan pengetahuan IPA oleh siswa baik sebagai produk maupun sebagai proses. Dalam kenyataannya di lapangan, pengajaran IPA lebih ditekankan pada produk dari pada proses (Amien, 1987: 125).

Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan mengembangkan strategi pembelajaran kooperatif. Uzer Usman (2008:21) berpendapat bahwa dalam menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif setidaknya ada lima variabel yang menentukan keberhasilan belajar siswa, yaitu melibatkan siswa secara aktif, menarik minat dan perhatian siswa, membangkitkan motivasi siswa, memperhatikan kemampuan siswa dan menggunakan alat peraga yang tepat.

Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan penguatan. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

I.2        Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah, maka rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) terhadap hasil belajar biologi pada Materi Konsep Sistem Pencemaan Manusia. Mengingat rumusan masalah di atas masih sangat luas, maka diuraikan menjadi beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1.Bagaimana gambaran aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran?
2.Bagaimana gambaran aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung?
3.Bagaimana prosedur yang tepat untuk meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT)?
4.Bagaimana penguasaan materi oleh siswa pada konsep konsep pencemaan manusia?

Bab II. Kajian Teori
II.1      A.Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang memandang keberhasilan individu berorientasikan dalam keberhasilan kelompok.

B. Pembelajaran Konvensional

Pembelajaran Konvensional adalah metode ceramah atau kuliah (lecture) merupakan suatu cara belajar-mengajar dimana bahan disajikan oleh guru secara monolog (sologuy) sehingga pembicaraan lebih bersifat satu arah (one way communication).


II.2      Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dari hasil belajar siswa yang tidak menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT.

Bab III. Metodologi
III. 1    Tempat dan waktu pelaksanaan
            Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukakarya Juli 2008
           
III.2     Metode/ desain penelitian
            Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen, terdapat 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Bab IV. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil prates yang didukung oleh uji perbedaan rata-rata antar prates pada kelompok eksperimen dan kontrol, menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan awal kedua kelompok, kelompok kontrol mempunyai kemampuan awal yang lebih tinggi.
Tetapi setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, menunjukan bahwa secara signifikan skor rata-rata peningkatan prestasi belajar siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan skor rata-rata peningkatan prestasi belajar kelas kontrol.
Skor rata-rata peningkatan prestasi belajar kelas eksperimen adalah 43% berada pada kategori sedang, sedangkan skor rata-rata peningkatan prestasi belajar kelas kontrol adalah 29% berada pada kategori rendah. Hal ini berarti bahwa pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe TGT mempunyai pengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peningkatan prestasi belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, sehingga hipotesis diterima.

Bab V. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan:

1.      Rata-rata kemampuan awal siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe TGT.
2.      Rata-rata peningkatan prestasi belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Rata-rata peningkatan prestasi belajar siswa untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah 43% berada pada kriteria sedang, untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 29% berada pada kriteria rendah.
3.      Keterampilan kooperatif siswa yang dominan dilakukan adalah keterampilan berada dalam tugas.